Of Monster and Men

0 comment(s)

My new moodbooster!
This is a great folk/indie pop band.
I recommend you to listen Of Monster and Men - Little Talks
because it's makes you feel happy and no more galau :D
Then Of Monster and Men - Love love love, it's tells that sometimes it's better to have loved and lost than to never have loved at all :')

Bukan Galau

0 comment(s)
Tapi bingung kenapa hal ini terjadi padaku.

The Best Saturday Night Ever

0 comment(s)
Satu setengah jam bersama kamu, dengan radio memutar lagu-lagu yang menghiasi obrolan kita, kamu menyetir dengan pelan, tersenyum, memasang muka polos, tertawa kecil, dan Raisa - Could It Be pun mengalun indah~

Thank you for a wonderful saturday night :)

What a special day :)

2 comment(s)
Hari ini aku seneng bangeeett! Nggak bisa berhenti senyum. Hihihi.
Alhamdulillah ya Allah aku masih diberi kesempatan untuk lolos seleksi Tahap I di STSN! :)
Makasih banget buat keluarga, temen-temen yang udah ndoain terutama Agata sama Dina yang ngajarin aku soal Bahasa Inggris (grammarku amat sangat payah). Doakan ya teman moga aku lolos tahap terus dan diterima di sana. AMIN!!

Selain itu, sore tadi itu sore paling spesial yang pernah aku alamin. Tadi sore, DIA ke rumahku!! Huaaa seneng banget banget banget ya Allah.
Pertama-tama kemarin kemarin dia bilang mau pulang ke Cilacap, trus besoknya mau main ke rumah sekalian pinjem koding SNMPTN Tertulis dari bimbel yang aku ikutin. Daan tereereeeettt! Hari ini dia ke rumah. Awawawawawa :D
Dia dateng jam 3 naik mobil Innova, lalu dateng-dateng minta hapenya di charge (hapenya dua, sungguh sungguh orang yang serakah -___-), trus akhirnya kita belajar bareng deh, belajar SNMPTN bareng, ngerjain soal Try Out bareng. Ya ampun nggak nyangka banget bisa duduk sedeket itu sama dia.
Giginya nggak berbehel lagi, tambah tinggi, udah gak sekurus dulu, pake baju yang sumpah favoritku banget kalo dipake cowok, gak ada bau parfum apa pun (aku pun suka cowok yang nggak pake parfum).
Aku suka cara dia waktu ngerjain soal yang susah, sungguh serius banget dan pantang menyerah (nggak kayak aku)
Aku kagum sama dia yang berusaha nginget-nginget rumus tanpa buka buku (waktu aku mau buka buku, dia bilang *jangan buka buku dulu! Jangan!*
Aku suka cara dia yang nggak puas kalo jawabannya belum ketemu
Aku suka cara dia pamit ke aku
Aku suka cara dia natep aku
Aku suka cara dia senyum ke aku
Dan aku nggak nyangka bisa ngobrol banyak sama dia, tanpa rasa awkward sama sekali kayak waktu SMP dulu, bisa duduk deketan sama dia, nggak pake rasa awkward.
seneng banget kamu bisa main ke rumah hari ini :)
Oh my God! Thank Allah. Alhamdulillah bangeettt :))

Books Review (lagi)

0 comment(s)
Aku mau mencaci maki buku ini...
Joker karya Valiant Budi.
Beberapa bab pertama aku sudah menebak-nebak novel ini: "Pasti yang namanya Brama, kalo nggak homo, ya kepribadian ganda!"
Sungguh menyesal dengan kebiasaanku yang suka menebak-nebak isi cerita novel, karena saat tebakanku benar berasa nggak surprise lagi.
Tapi walau udah aku tebak, Valiant Budi ini masih tetep 'berkelit' dari ekspetasiku dengan twisting alurnya yang menurutku patut diacungi jempol. Ada beberapa clue yang dia kasih di novel ini. Liat aja dari covernya, satu korek kok bisa menghasilkan dua api dan dua bentuk asap. Sungguh keren abis covernya (loh kok ngomongin cover?) karena simple tapi menceritakan seluruh isi buku ini secara tersirat. Banyak hal yang bikin aku ketawa dari cerita ini. Valiant Budi memiliki selera humor yang tinggi, saking tingginya mungkin orang yang baca bilang "hah apa yang lucu?" tapi menurutku lelucon dia cerdas abis. Fotonya juga nyentrik, bisa dipastikan ni pengarang nyentrik juga. Joker nya Valiant Budi memang genre ku banget, nyentrik-nyentrik, penuh dengan twist, alur yang berputar-putar, 'jebakan' sana sini agar pembaca gak bisa menebak. Ibarat ya ini novel tuh kayak film The Tourist yang dimainin Angelina Jolie sama Johny Depp, sebenarnya kebenaran udah didepan mata, tapi dibuat tersirat, maka kita harus melihat yang tersirat dari yang tersurat.
Emang bener banget quote yang terpampang di balik buku ini, "Gak semua yang tampak seperti yang terlihat. Gak semua yang bunyi seperti yang terdengar"
Valiant Budi ini adalah penyair yang keren, puisi puisinya mantep, maknanya dalem, nusuk, jleb, jleb, jleb. Dan analogi dia tentang kecoak tuh rasanya briliant banget! Aku juga benci sama kecoak, dan manusia manusia kotor itu memang pantes di sama samain sama kecoak.
Aku paling suka sama kalimat-kalimat Valiant Budi di halaman 42.
Kini hening. Benar-benar hening. Pernahkah mendengar hening begitu bising? Pernahkan mendengar hening begitu melengking?
Gak tau kenapa kalimat itu mengingatkanku pada puisi yang dibuat Rangga dalam film Ada Apa dengan Cinta?
Pokoknya Valiant Budi memang penulis berbakat yang cerdas, brilliant, dengan segala gaya penulisannya dia seperti menghadirkan lagi sastra Indonesia yang memunculkan banyak hal konotasi yang menjelaskan hal-hal tersirat di dalamnya.
Rating versi Imus --> 4/5

PS : ntar pinjem novel novel lainnya karya Valiant Budi dari dek Renita aaah :p

Books Review~

0 comment(s)
Okey, langsung aja ya review buku nya :D

1. The Pilot's Woman karya Dahlian
Ini adalah novel romance yang lebay. Jangan mengartikan kata lebay yang aku maksud itu negatif. Justru kelebayan itu yang bikin novel ini bener-bener romance! Sejujurnya aku bukan peminat novel romance, tapi gara-gara buku ini aku jadi suka sama novel romance. Isinya nggak mendayu-dayu, tekstur ceritanya setipe kayak karangan Mira W, jadi membuat novel ini bercerita cinta dengan indah #halah. Novel ini menjelaskan hal-hal klise macam "Cinta mengalahkan segalanya", "Cinta nggak melihat fisik", dan bla bla bla, tapi cerita di sini tidak seklise quote cinta di atas. Banyak hal terharu yang bikin aku bersimpati banget sama tokoh Rhenata, Erick di sini digambarkan sosok yang menurutku yaah... terlalu curigaan. Dia takut orang-orang menyakitinya makanya dia membuat tameng dan menyakiti terlebih dahulu sebelum disakiti. Tokoh Rhenata bikin aku salut dan ngacungin dua jempol atas sifatnya yang tulus banget. Dahlian memang pintar merangkai kata-kata, tapi dia kayaknya malas atau pelupa atau menganggap gak penting hal-hal yang seharusnya (menurutku) ditampilkan di novel ini, yaitu tentang kebenaran dari keluarga Erick yang sebenarnya tidak membuang dia. Menurutku sebaiknya Dahlian lebih bisa mengatur alur ceritanya sehingga tidak berpusat hanya pada Erick dan Rhenata, tapi juga keluarga Erick. Jadi kesannya, pertemuan keluarga Erick dan Erick yang harusnya mengharukan menjadi "tidak penting" karena hanya dijelaskan sekilas saja. Yah, tapi walau begitu novel ini pantas masuk jajaran novel romance yang menyihir pembaca dan menyakini untuk berekspetasi bahwa cinta sejati itu memang ada dan mengalahkan segalanya. Rating versi Imus --> 3/5

2. Blind Date karya aliaZalea
Aku nggak tau pasti kenapa huruf nama pengarangnya tidak diawali huruf kapital. AliaZalea menurutku nggak ingin neko-neko dalam penulisan ceritanya. Dia benar-benar menganut siklus cinta. Tapi apa sih yang bisa kita temuin dari novel romance selain siklus cinta? Ceritanya itu bikin aku gemes karena Brandon yang suka ngejar-ngejar tanpa lelah dan tokoh ceweknya agak plin-plan dan takut tersakiti juga. Menurutku novelnya terlalu kebetulan, di mana mana ketemu, agak kayak sinetron. Tapi lumayan lah buat ngisi waktu luang dengan bacaan-bacaan ringan. Plus, bagian hal-hal "tanda kutip"nya lumayan juga hehe :p You know what I mean? Yah, selingan-selingan nakal yang muncul dalam novel romance dewasa :p Rating versi Imus --> 2/5

3. Infinitely Yours karya Orizuka
Tadinya aku mau beli novel ini lewat toko buku online tapi ternyata stock habis jadinya gak jadi beli ._. tapi aku nggak nyesel kok nggak jadi beli karna bisa baca buku ini gratis :p Ceritanya tentang cinta yang datang saat liburan yang dalam dunia nyata itu memang bener-bener bisa terjadi. Beneran deh aku pernah mengalami hal ini #ups
Sedikit kecewa sih sama penurunan "berkesannya" Orizuka dalam novel ini mengingat betapa kerennya penulisan The Truth About Forever (iya kan judulnya gitu) yang pernah aku baca waktu SMP dulu. Tapi hal yang aku suka di sini karena ceritanya lucu dan bikin aku ketawa-ketawa sendiri. Baca novel ini tuh kayak nonton film remaja yang isinya gue banget, emang gak perlu jadi K-Popers untuk baca novel ini. Ceritanya punya daya magnet yang bikin pembacanya suka. Kesialan-kesialan yang mereka alami itu bener-bener kayak film komedi yang bikin penonton tertawa sepanjang film diputar. Pokoknya Orizuka berhasil keluar dari genre yang menjadi stereotip dia di novel The Truth About Forever. Rating versi Imus --> 3/5

4. Celebrity Wedding karya aliaZalea
Entah kenapa dari sinopsis yang berada di belakang buku ini mengingatkanku dengan drama seri Korea berjudul Full House. Yang satu artis yang satu orang biasa. Trus karena ketertarikan fisik menjadi cinta. Ceritanya hampir mirip sama novel yang pernah aku buat waktu kelas 6 SD dulu hehehe. Tapi seperti yang aku bilang, selingan nakal di sini lebih vulgar daripada Blind Date. Memang sih nggak sevulgar novel metropop terjemahan tapi lumayan lah buat hiburan hehehe. Novel ini cocok untuk menemani kamu di perjalanan, soalnya aku melahap novel ini di perjalanan. Alurnya datar, jadi mudah sekali untuk ditebak. Aku berharap aliaZalea bisa sedikit 'melintir' alur ceritanya agar bikin dahi pembaca mengkerut dikit (mikir maksudnya). Rating versi Imus --> 2.5/5

5. Here, After karya Mahir Pradana
Ini nih novel paling asyik yang aku baca di antara kelima novel yang aku pinjam dari dek Renita ini. Bikin penasaran! Walau aku paling suka menebak-nebak akhir ceritanya tapi Mahir ini memang benar-benar 'mahir' bikin aku penasaran. Menceritakan kisah orang-orang dari sudut pandang mereka yang saling berhubungan itu unik banget, udah kayak macam film Valentine's Day atau Love Actually tapi lebih keren. Paling suka tuh bagian Arya jadi orang sakit jiwa, sumpah di bagian itu aku deg-degan sendiri dan Mahir memang mahir bikin suasana mencekam. Karakter Diana juga bikin aku gemes karena dia itu bitch banget. Untung aja si *** nggak jadi pinjem novel ini bisa-bisa dia shock ternyata karakter Diana itu seperti ini, hahaha. Walau beda cerita, beda nasib, tapi semua sama sama menjelaskan akhir dari sebuah percintaan (atau permulaan dari sebuah cinta? *baca bagian Intan*). Paling suka sama kata-kata di akhir novel ini.
"Cinta? Ah bisa menyusul!" (gitu kira-kira)
Quote di atas itu jelas, padat, tapi menjelaskan cinta-cinta jaman sekarang yang udah menggila. Mahir Pradana menceritakan secara frontal apa arti cinta itu di jaman sekarang. Nggak bisa kita pungkiri juga di dunia yang semakin menggila ini cinta datang saat ada ketertarikan fisik. Cinta modern yang kadang-kadang tragis juga. Pokoknya novel ini keren deh. Rating versi Imus --> 4/5

Rating versi Imus
1 - Jelek
2 - Biasa
3 - Bagus
4 - Keren
5 - Speechless

Obat Galau Paling Ampuh Sepanjang Masa

4 comment(s)




Just bought new stuffs: black suede semi wedges from The Little Things She Needs, lime green strapy sandal and grey jeans high heels from Gosh.

Psstt, kakiku sampe pegel dan lecet-lecet muterin PIM dan aku nemuin butik yang keren abis, yaitu Cherokke atau apalah yang isinya boots DocMarten semuaa!! Aaaa ngiri abis gilaa T_T di situ juga sedia berbagai macam barang yang berbau bendera Amerika sama Inggris, tambah ngiler dehh.. Bootsnya juga bagus-bagus walau bukan DocMart, sayang mau beli tapi udah beli 3. Ulangi yaah, TIGA! Bisa dibejek-bejek ntar di rumah kalo ketahuan boros T__T