Okey, langsung aja ya review buku nya :D
1. The Pilot's Woman karya Dahlian
Ini adalah novel romance yang lebay. Jangan mengartikan kata lebay yang aku maksud itu negatif. Justru kelebayan itu yang bikin novel ini bener-bener romance! Sejujurnya aku bukan peminat novel romance, tapi gara-gara buku ini aku jadi suka sama novel romance. Isinya nggak mendayu-dayu, tekstur ceritanya setipe kayak karangan Mira W, jadi membuat novel ini bercerita cinta dengan indah #halah. Novel ini menjelaskan hal-hal klise macam "Cinta mengalahkan segalanya", "Cinta nggak melihat fisik", dan bla bla bla, tapi cerita di sini tidak seklise quote cinta di atas. Banyak hal terharu yang bikin aku bersimpati banget sama tokoh Rhenata, Erick di sini digambarkan sosok yang menurutku yaah... terlalu curigaan. Dia takut orang-orang menyakitinya makanya dia membuat tameng dan menyakiti terlebih dahulu sebelum disakiti. Tokoh Rhenata bikin aku salut dan ngacungin dua jempol atas sifatnya yang tulus banget. Dahlian memang pintar merangkai kata-kata, tapi dia kayaknya malas atau pelupa atau menganggap gak penting hal-hal yang seharusnya (menurutku) ditampilkan di novel ini, yaitu tentang kebenaran dari keluarga Erick yang sebenarnya tidak membuang dia. Menurutku sebaiknya Dahlian lebih bisa mengatur alur ceritanya sehingga tidak berpusat hanya pada Erick dan Rhenata, tapi juga keluarga Erick. Jadi kesannya, pertemuan keluarga Erick dan Erick yang harusnya mengharukan menjadi "tidak penting" karena hanya dijelaskan sekilas saja. Yah, tapi walau begitu novel ini pantas masuk jajaran novel romance yang menyihir pembaca dan menyakini untuk berekspetasi bahwa cinta sejati itu memang ada dan mengalahkan segalanya. Rating versi Imus --> 3/5
2. Blind Date karya aliaZalea
Aku nggak tau pasti kenapa huruf nama pengarangnya tidak diawali huruf kapital. AliaZalea menurutku nggak ingin neko-neko dalam penulisan ceritanya. Dia benar-benar menganut siklus cinta. Tapi apa sih yang bisa kita temuin dari novel romance selain siklus cinta? Ceritanya itu bikin aku gemes karena Brandon yang suka ngejar-ngejar tanpa lelah dan tokoh ceweknya agak plin-plan dan takut tersakiti juga. Menurutku novelnya terlalu kebetulan, di mana mana ketemu, agak kayak sinetron. Tapi lumayan lah buat ngisi waktu luang dengan bacaan-bacaan ringan. Plus, bagian hal-hal "tanda kutip"nya lumayan juga hehe :p You know what I mean? Yah, selingan-selingan nakal yang muncul dalam novel romance dewasa :p Rating versi Imus --> 2/5
3. Infinitely Yours karya Orizuka
Tadinya aku mau beli novel ini lewat toko buku online tapi ternyata stock habis jadinya gak jadi beli ._. tapi aku nggak nyesel kok nggak jadi beli karna bisa baca buku ini gratis :p Ceritanya tentang cinta yang datang saat liburan yang dalam dunia nyata itu memang bener-bener bisa terjadi. Beneran deh aku pernah mengalami hal ini #ups
Sedikit kecewa sih sama penurunan "berkesannya" Orizuka dalam novel ini mengingat betapa kerennya penulisan The Truth About Forever (iya kan judulnya gitu) yang pernah aku baca waktu SMP dulu. Tapi hal yang aku suka di sini karena ceritanya lucu dan bikin aku ketawa-ketawa sendiri. Baca novel ini tuh kayak nonton film remaja yang isinya gue banget, emang gak perlu jadi K-Popers untuk baca novel ini. Ceritanya punya daya magnet yang bikin pembacanya suka. Kesialan-kesialan yang mereka alami itu bener-bener kayak film komedi yang bikin penonton tertawa sepanjang film diputar. Pokoknya Orizuka berhasil keluar dari genre yang menjadi stereotip dia di novel The Truth About Forever. Rating versi Imus --> 3/5
4. Celebrity Wedding karya aliaZalea
Entah kenapa dari sinopsis yang berada di belakang buku ini mengingatkanku dengan drama seri Korea berjudul Full House. Yang satu artis yang satu orang biasa. Trus karena ketertarikan fisik menjadi cinta. Ceritanya hampir mirip sama novel yang pernah aku buat waktu kelas 6 SD dulu hehehe. Tapi seperti yang aku bilang, selingan nakal di sini lebih vulgar daripada Blind Date. Memang sih nggak sevulgar novel metropop terjemahan tapi lumayan lah buat hiburan hehehe. Novel ini cocok untuk menemani kamu di perjalanan, soalnya aku melahap novel ini di perjalanan. Alurnya datar, jadi mudah sekali untuk ditebak. Aku berharap aliaZalea bisa sedikit 'melintir' alur ceritanya agar bikin dahi pembaca mengkerut dikit (mikir maksudnya). Rating versi Imus --> 2.5/5
5. Here, After karya Mahir Pradana
Ini nih novel paling asyik yang aku baca di antara kelima novel yang aku pinjam dari dek Renita ini. Bikin penasaran! Walau aku paling suka menebak-nebak akhir ceritanya tapi Mahir ini memang benar-benar 'mahir' bikin aku penasaran. Menceritakan kisah orang-orang dari sudut pandang mereka yang saling berhubungan itu unik banget, udah kayak macam film Valentine's Day atau Love Actually tapi lebih keren. Paling suka tuh bagian Arya jadi orang sakit jiwa, sumpah di bagian itu aku deg-degan sendiri dan Mahir memang mahir bikin suasana mencekam. Karakter Diana juga bikin aku gemes karena dia itu bitch banget. Untung aja si *** nggak jadi pinjem novel ini bisa-bisa dia shock ternyata karakter Diana itu seperti ini, hahaha. Walau beda cerita, beda nasib, tapi semua sama sama menjelaskan akhir dari sebuah percintaan (atau permulaan dari sebuah cinta? *baca bagian Intan*). Paling suka sama kata-kata di akhir novel ini.
"Cinta? Ah bisa menyusul!" (gitu kira-kira)
Quote di atas itu jelas, padat, tapi menjelaskan cinta-cinta jaman sekarang yang udah menggila. Mahir Pradana menceritakan secara frontal apa arti cinta itu di jaman sekarang. Nggak bisa kita pungkiri juga di dunia yang semakin menggila ini cinta datang saat ada ketertarikan fisik. Cinta modern yang kadang-kadang tragis juga. Pokoknya novel ini keren deh. Rating versi Imus --> 4/5
Rating versi Imus
1 - Jelek
2 - Biasa
3 - Bagus
4 - Keren
5 - Speechless